WartaKarawang.co.id

PMS (Pramenstruasi Sindrom) itu apa sih?

Premenstrual Syndrom (PMS) atau sindrom prahaid merupakan kondisi yang terjadi sebelum wanita datang bulang. Gejala – gejala PSM bisa mempengaruhi fisik, mental, serta emosional. PMS memiliki banyak gejala dan tanda mulai dari naik turun suasana hati, payudara keras, ngidam makanana, pingsan, cepat marah, hingga depresi. Diperkirakan 3 dari 4 wanita akan mengalami sindrom prahaid.

Gejala dapat terjadi berulang kali dan bahkan dapat diprediksi. Tapi, perubahan fisik dan emosional yang dialami sebagai sindrom prahaid dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga intens. PMS merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Sekitar 50 % dari wanita yang mengalami sindrom ini berusia sekitar 20 hingga 30 tahun. Kamu dapat mengurangi risiko mengalami sindrom premenstrual ini dengan cara mengurangi faktor – faktor risiko kamu.

Lantas, apa itu PMS dan apa penyebabnya serta gejala yang ditimbulkan? Yuk cari tahu tahu dengan menyimak penjelasan dibawah ini :

  • Gejala PMS

Rata – rata siklus menstruasi wanita adalah 28 hari. Sementara itu, ovulasi merupakan periode ketika sel telur dilepaskan dari indung telur, terjadi pada hari ke-14 dari siklus. Menstruasi terjadi pada hari ke-28 dari siklus.

Gejala PMS akan dimulai sekitar hari ke-14 dan berlangsung hingga 7 hari setelah dimulainya menstruasi. Gejala PMS biasanya ringan hingga sedang. Tingkat keparahannya juga bervariasi, tergantung pada individu masing – masing.

Gejala sindrom prahaid yang bisa dilihat secara fisik berupa :

  • Emosi menjadi lebih gampang kesal dan marah.
  • Pusing bahkan pingsan.
  • Suasana hati yang mudah berubah.
  • Sakit kepala.
  • Payudara nyeri atau bahkan mengalami pembekakan.
  • Hasrat berhubungan intim rendah.
  • Diare atau konstipasi.
  • Pergelangan tangan dan kaki mengalami pembengkakan.
  • Tumbuh jerawat

Gejala – gejala PMS berupa perubahan perilaku diantaranya seperti depresi, stres, mengalami kecemasan, cepat menangis, dan sulit konsentrasi. Gejala fisik lainnya juga termasuk terjadinya pembengkakan disekitar abdomen dan kelelahan. Terkadang gejala PMS ringan dan tidak dapat terdeteksi, namun terkadang ada juga yang berat dan bisa terlihat sangat jelas.

Bagi sebagian wanita, rasa sakit secara fisik dan stres emosional yang cukup parah dapat mempengaruhi kehidup sehari – hari mereka. Namun, separah apapun gejalanya, tanda dan gejalanya biasanya akan menghilang dalam waktu empat hari setelah dimulainya periode menstruasi.

Namun, bagi sebagian wanita lainnyam gejala PMS membuat mereka tidak bisa melakukan apapun. Bentuk PMS ini disebut dengan gangguan dysphoric pramenstruasi atau premenstrual atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Tanda dan gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD) seperti depresi, perubahan suasana hati, kemarahan, kegelisahan, perasaan kewalahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan tegang.

Mungkin masih ada gejala – gejala yang belum disebutkan. Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai gejala PMS, konsultasikanlah pada dokter.

  • Penyebab PMS

PMS merupakan kondisi yang belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Meski begitu, para dokter berasumsi bahwa ketidakseimbangan hormon pada wanita, antara estrogen dan progesterone (yang diproduksi oleh ovarium), dapat menyebabkan PMS.

Beberapa substansi didadalam tubuh (seperti prostaglandin) juga mungkin yang menjadi penyebab PMS.

Beberapa faktor dbawah ini dipercaya menjadi penyebab PMS seperti :

  • Perubahan Hormon

Tanda dan gejala PMS berubah – ubah sesuai dengan naik – turunnya hormone serta menghilang dengan kehamilan dan menopause.

  • Perubahan Kimia Di Otak

Perubahan serotonin, zat kimia pada otak yang memegang peranan penting dalam suasana hari, bisa memicu gejala PMS.

  • Depresi

Beberapa wanita dengan PMS berat mengalami depresi yang tidak bisa terdiagnosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *